Sabtu, 24 Desember 2011

VISI, MISI DAN TUJUAN TK HANG TUAH 16 TEGAL

VISI

MAJU TERUS PANTANG MUNDUR, MENYIAPKAN ANAK DIDIK YANG CERDAS, TRAMPIL DAN BERTAQWA

MISI
- MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN YANG BERMUTU,BERKUALITAS

- MENUMBUH KEMBANGKAN ANAK SESUAI DENGAN KEMAMPUANNYA

- MEMPERSIAPKAN ANAK DIDIK YANG MANDIRI UNTUK JENJANG PENDIDIKAN SELANJUTNYA

TUJUAN

ANAK CERDAS BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA, BERBUDI LUHUR, MEMILIKI KEMANDIRIAN DAN PRESTASI SESUAI KEMAMPUAN.


Jumat, 09 Desember 2011

PADA TANGGAL 03 NOPEMBER 2011 ANAK-ANAK TK HANGTUAH 16 TEGAL MENGIKUTI PIN DI POS YANDU JALAN GARUDA TEGAL UNTUK IMUNISASI FOLIO DAN CAMPAK




     



Minggu, 04 Desember 2011

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TK HANG TUAH 16 TEGAL
BERENANG DI OBJECK WISATA PURWAHAMBA INDAH KABUPATEN PEMALANG






KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TK HANGTUAH 16 TEGAL 
MENAIKI KAPAL PATROLI TNI AL











Komandan Lanal Tegal dan Anggota Pengawas Perwakilan Tegal Yayasan Hang Tuah Ibu Ayu Friche Flack beserta Staff hadir di TK Hang Tuah 16 Tegal



Atraksi Drumband TK Hang Tuah 16 Tegal 

Komandan Lanal Tegal memberikan pengarahan dalam rangka Kunjungan ke TK Hang Tuah 16 Tegal





Kamis, 03 November 2011

BELAJAR BAHASA INGGRIS DI TK

Bahasa Inggris Untuk TK, Mungkinkah? Sulitkah?


   SANGAT MUNGKIN, Bahasa Inggris atau bahasa apapun sebenarnya intinya adalah habit kebiasaan, kalau kebiasaan itu ditanamkan sejak dini mungkin akan lebih mudah menguasainya, kenapa orang Bali bisa bahasa Bali? karena sejak bayi lingkunganya Bahasa Bali. Ini juga berlaku buat bahasa Inggris.

Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat Taman Kanak kanak atau TK sangat penting mengingat peranannya di era globalisasi seperti sekarang ini. Hampir setiap hari anak TK mendengar kedua orang tuanya menyebut di photo copy, printer,di print , di upload, di install dsb. Untuk itulah pengajaran Bahasa Inggris di tingkat Taman Kanak Kanak ini penting diperkenalkan sejak dini. Tetapi perlu digaris bawahi bahwa tujuan pembelajaran bahasa inggris untuk anak TK bukan untuk mereka fasih berbahasa inggris tetapi bagaimana caranya mereka senang bahasa inggris sehingga di tingkat pendidikan yang lebih tinggi mereka mau belajar bahasa inggris.
Ada beberapa pengamat menilai bahwa pemberian pelajaran bahasa Inggris sejak tingkat taman kanak-kanak (TK) memberatkan siswa karena bahasa Inggris bukan bahasa nasional atau bahasa ibu yang sering mereka dengar dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi hal itu tidak sepenuhnya benar. Menurut penelitian, anak-anak TK umur 5-6 tahun bisa dengan cepat mengucapkan kata baru yang sulit. Hal ini disebabkan anak-anak di usia mereka masih sedikit mempunyai konsep di dalam pikirannya berbeda dengan orang dewasa yang terkadang melawan konsep yang diberikan, karena konsep bahasa ibu terkadang berbanding terbalik dengan bahasa Inggris. Hal ini merupakan sebuah keuntungan dan sekaligus kelemahan karena karakteristik anak TK cepat belajar dan cepat lupa. Mereka cepat belajar sesuatu tetapi hanya memiliki short term memory, sehingga harus digunakan berbagai metode dan teknik agar anak-anak tetap mengingatnya.
Dunia anak adalah dunia bermain. Maka dari itu, sistem pengajaran kita harus mengikuti pola pikir dan dunia mereka. Jadikanlah materi yang anda berikan semenarik mungkin seperti permainan yang biasa mereka lakukan. Jadi dalam mengajarkan bahasa kepada mereka, input harus benar agar outputnya juga bagus. Jangan pernah mengatakan hal yang salah kepada anak TK karena mereka akan mengikuti yang salah. Kunci sukses mengajar anak adalah sabar. Jangan sekali-kali membentak dan memarahi anak yang tidak mengerti ataupun susah mengerti. Dekatilah mereka dan tanyakan apa yang mereka tidak mengerti dan ajarkan secara perlahan-lahan.
Pertanyaannya, bagaimana caranya untuk membuat pengajaran bahasa Inggris ini menjadi menarik di mata anak-anak TK, bukan menjadi momok atau sesuatu yang menakutkan. Karekteristik mereka adalah cepat belajar dan cepat lupa, agar mereka mempunyai long term memory bisa digunakan beberapa cara:
1. Vocabulary, vocab atau kosakata dalam bahasa Inggris yang diberikan kepada siswa TK sebaiknya tematis, mengikuti tema-tema yang ada dalam kurikulum TK. Misalnya, pada saat saat guru kelas sedang mengajarkan tema “DIRI SENDIRI”, maka kita pun sebagai guru Bahasa Inggris sebaiknya mengajarkan kosakata terkait, misalnya tentang anggota tubuh dan panca indra.
2. Short expressions, Gunakan ungkapan bahasa Inggris sederhana secara berulangulang setiap hari, sehingga mereka akan terbiasa/bisa tanpa mereka sadari. Misalnya: ungkapan-ungkapan (phrasa atau sentence) dasar, mulai dari tanya jawab salam sapa, nama, umur dan ungkapan-ungkapan di ruang kelas (classroom expressions: Sitnicely!, Sit down please!, Stand up, please!) dan seterusnya.
3. Media yang bervariasi, jangan menggunakan media yang monoton. Ini bisa berupa flash card atau gambar, alangkah baiknya menggunakan real things atau video untuk mengajarkan kosakata. Anak-anak mudah sekali tertarik terhadap apapun yg ada disekeliling mereka. Jadi dalam proses pengajaran, anda bisa menggunakangambar-gambar pada dinding kelas TK yang biasanya ada gambarnya atau benda-benda yang ada disekitar sekolah. Secara tidak langsung mereka akan mengingat hal itu tanpa harus kita suruh.
4. Songs & Movement, bila anda tidak mau menyanyi saat mengajar Bahasa Inggris di TK sebaiknya anda berhenti menjadi guru Bahasa Inggris di TK. Tetapi perlu diingat lagu-lagu yang anda ajarkan juga sebaiknya sesuai dengan tema yang diajarkan, dan usahakan setiap lagu yang diajarkan ada gerakannya agar mereka merasa bermain.
5. Story Telling: selain lagu, story telling juga bisa digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini dilakukan karena anak-anak cepat bosan kalau cuma hanya diberikan nyanyian terus-menerus. Anak–anak akan lebih antusias jika mereka mendengar cerita. Story tellingini juga bisa dikombinasikan dengan song, sebelum mereka diajarkan bernyayi, ada baiknya kita menceritakan isi lagu tersebut.
6. Games: Permainan juga bisa digunakan dalam pengajaran bahasa inggris. Usahakan permainan yang dilakukan ada movement dalam artian mereka bergerak. Contohnya kita mau mengajarkan tentang Fruit: kita siapkan 4 buah(apple, mango, orange and banana) yang diletakkan di setiap pojok kelas, siswa dikumpulkan ditengah. Siswa diberi instruksi: run to the apple!, run to the orange! dll. Anak-anak akan berlari menuju buah yang dimaksud.
7. Drill &Reading Aloud: untuk melatih pronunciation anak, teknik ini bisa digunakan. Anak-anak secara bersama- sama mengikuti pelafalan guru. Teknik ini sangat efektif karena anak-anak di usia mereka suka mengikuti apa saja yang diucapkan salah satu temannya.
8. Reward: pemberian penghargaan kepada anak-anak yang aktif dan bersikap baik untuk memotivasi mereka selalu aktif berpartisipasi. Reward ini diusahakan jangan makanan, karena akan mengganggu proses pembelajaran, stiker kartun yang berwarna bisa digunakan untuk memotivasi belajar anak.
Inilah beberapa teknik pengajaran TK yang di aplikasikan oleh Ulearn International. Sampai saat ini ada beberapa sekolah TK di Kabupaten Klungkung, Bangli, Gianyar dan di Denpasar, yang sudah di ajar menggunakan cara cara yang di paparkan di atas. Dampaknya di kelas anakanak menjadi aktif berpartisipasi, riang gembira dan sangat antusias menyapa gurunya bila suatu saat berlalu di halaman sekolah. Menandakan bahwa pembelajaran bahasa inggris yang merupakan bahasa asing bagi siswa di senangi karena menggembirakan.
Proses belajar mengajar ini tentu tidak lengkap bila tidak di dukung oleh alat-alat pendukung yang memudahkan siswa untuk berinteraksi. Melihat kebutuhan itu Ulearn International mencetak buku panduan Bahasa Inggris untuk TK A dan TK B. Buku tersebut di susun berdasarkan pengalaman beberapa tahun mengajar di kelas TK dan di sessuaikan dengan kurikulum TK dari pemerintah.
Endra Krisna
ULearn International Klungkung
Jln. Puputan No.46 Semarapura
Telp. 0366-531 3911

Rabu, 02 November 2011

Bagaimana Calistung Untuk Anak Usia Dini?

     

Dalam peraturan pendidikan di Negara manapun mengatakan bahwa pembelajaran baca, tulis, dan berhitung (calistung) adalah di usia sekolah dasar, jelasnya dimulai umur enam tahun. Ee… di Negara kita Endonesia justru pergerakan pendidikan non pemerintah sedang berlomba mengajarkan calistung di TK bahkan plegrup. Suatu kali seorang ibu menunjukkan padaku buku anaknya yang TK. Dalam buku itu si anak menulis nulis kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris, dan membuat hitungan penambahan sampai tiga digit yang jalannya ditambah ke bawah. He? Mataku membelalak. Ibunya bilang, tapi dia bisa.
Banyak testemoni (terutama dari yang punya sekolah) mengatakan begini saat terjadi debat: “Anak TK boleh saja diberi pelajaran calistung, asalkan tidak memaksa dan fun”.
“Lebih cepat lebih baik”. “Anak-anak bisa kok”. Bahkan sering ada iklan CD ROM pelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak yang mengatakan katanya: sudah ada bukti ilmiah bahwa anak-anak lebih mudah mempelajari bahasa asing daripada orang dewasa. Jadi digempurlah anak-anak dengan bahasa asing (ini namanya menyalahgunakan dan mengatasnamakan penelitian).
Anak-anak bisa membaca, menulis, dan berhitung di usia yang begitu dini? Bahkan banyak orang tua yang saling berbagi mengajarkan bayi membaca dengan menggunakan flash card dan dot matriks. Katanya mumpung usia emas, nanti di usia 3 tahun otak selesai pertumbuhannya kalau gak dipakai sel otaknya mati. Malah ada seseorang yang beragumen bahwa otak anak sangat plastis bisa diisi tak terbatas.
Alasan mengajarkan calistung di usia balita, katanya supaya siap di kelas satu SD. Kesiapan pembelajaran itu bukan karena sudah bisa calistung buat di kelas satu SD, tapi kematangan anak dalam menerima pembelajaran (school readiness).
Prasyarat berketrampilan belajaran adalah jika anak matang dalam:
1. Perkembangan bahasa dan bicara
Support anak kita dalam berkemampuan berbahasa dalam bentuk:
- pengucapan yang jelas
- bertanya dan menjawab pertanyaan
- mampu dengan baik mendengarkan orang lain berbicara
- mengerti dan memahami perintah
- bisa menunjukkan bahwa ia mencintai buku bacaan (bukan membacanya)
- memahami bahwa setiap huruf dan kata mempunyai arti bunyian
- mampu mengenali alphabet dan angka
- dapat menggambar dan mencoba menulis dengan cara mengkopi huruf2 (bukan menuliskan kalimat2)
2. Perkembangan kemampuan matematika
Support anak kita agar ia kelak mampu menempuh pelajaran matematika
- memisahkan berbagai benda (bentuk, warna, tekstur)
- menggunakan kata-kata untuk menunjukkan benda-benda tertentu dan apa kegunaannya
- dapat mengidentifikasi dan mengkopi pola-pola sederhana
- menggunakan kata-kata untuk menjelaskan posisi (atas, bawah, depan, belakang) dan urutan (pertama, kedua, selanjutnya)
- menghitung objek
- menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi dan memahami angka dan hubungan (lebih banyak, lebih sedikit, sama banyak, lebih besar, lebih kecil)
3. Perkembangan fisik
- ajari ia agar mempunyai kordinasi motorik kasar yang baik melalui kegiatan berlari, loncat, memanjat, keseimbang, menangkap dan melempar bola, dan seterusnya.
- Perkembangan motorik halus terutama kelenturan pergelangan tangan, kordinasi jari-jari dan kordinasi mata-tangan agar ia bisa menulis dengan baik dengan cara: pasang-buka kancing, menalikan tali sepatu, menggunting, menggambar, menempel-nempel, menusuk-nusuk, meronce, dan seterusnya
- Senantiasa menjaga kebersihan badan dan berpakaian rapih (mandi, gosok gigi)
- Selalu awas terhadap hal hal yang dapat membahayakan
4.Berkemampuan sains
Bukan berarti lalu diajarkan ilmu-ilmu atau sains seperti fisika, biologi dlsb, tetapi dalam hal ini adalah:
- Ajak agar ia tertarik pada lingkungan alam
- Mempunyai kebiasaan bertanya
- Membuat prediksi (memperkirakan hal-hal apa yang dapat terjadi)
- Memanfaatkan panca indera untuk mendapatkan informasi (data)
- Mengumpulkan informasi dan membicarakannya
- Melihat apa perbedaan dan persamaan dari informasi yang dikumpulkan
- Menjelaskan dengan bahasa bicara mengapa sesuatu dapat terjadi
5. Kepekaan sosial
- Jelaskan pada anak kita bagaimana manusia hidup, masa lalu, masa kini, dan di belahan dunia lain
- Cerita-cerita tentang berbagai budaya dan kebiasaan manusia dari beragam kelompok
- Ceritakan bagaimana manusia hidup dan memecahkan masalah hidup, kebiasaan mencari makan (industri, pertanian, pekerja), dan bagaimana manusia dapat hidup bersama-sama dalam suatu kelompok
- Bercerita tentang keluarga, famili, tetangga, dan lingkungan
6. Perkembangan sosial emosional
- Bagaimana bergaul dengan orang lain, bagaimana bersikap terhadap orang yang lebih tua, anak-anak, dan anak yang lebih kecil
- Bagaimana membangun dan menjaga persahabatan
- Bagaimana harus mengekspresikan emosi
- Bagaimana harus mengendalikan emosi
- Bekerjasama dalam kelompok, membangun peraturan bermain bersama, saling memberi dan menerima, menunggu giliran, dan menghormati anggota kelompok lainnya
- Bagaimana memulai kegiatan dan mengakhirinya
- Tahu artinya tanggung jawab atas apa yang diperbuatnya
7. Seni
- menggambar, bernyanyi, dansa, bermain sandiwara, pekerjaan tangan, dlst
8. Disiplin
Buatkan kegiatan terstruktur seperti jam mandi, makan, bermain, cuci tangan sebelum makan, dan gosok gigi.
9. Etika dalam pergaulan
Memberi salam, berterima kasih, minta maaf, dan seterusnya.
Hal-hal di atas adalah school readiness untuk anak-anak pada umumnya, secara garis besar untuk kelompok anak normal, tapi untuk anak yang mempunyai perkembangan kurang, baik yang perkembangannya lompat ke depan (Gifted) maupun tertinggal (Under achiever dll) akan dibahas secara khusus.
Hal hal di atas dibutuhkan agar ia mampu mencapai prestasi secara optimal di sekolah. Gangguan perkembangan kematangan sosial emosional saja dapat menyebebabkan ia di buly buly atau diejek-ejek oleh temannya bisa menyebabkan rasa aman dan ketenangannya bersekolah terganggu, akibatnya ia enggan mengasah otaknya di sekolah…